KENDARI — Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) telah merampungkan seluruh Musyawarah Daerah (Musda) DPD II, atau pembentukan pengurus tingkat kabupaten dan kota se-Provinsi Sultra. Selanjutnya, mereka akan mempercepat konsolidasi organisasi dan menyusun tahapan pemenangan Pemilu secara sistematis dan terukur, sebagai fondasi pemenangan Pemilu mendatang.
Ketua DPD Golkar Sultra, La Ode Darwin mengatakan, Kabupaten Muna dan Muna Barat (Mubar) akan menjadi episentrum konsolidasi Partai Beringin di Provinsi Sultra. Menurutnya, kedua daerah itu akan menjadi tolok ukur keberhasilan kepemimpinannya, dalam membangun kekuatan Golkar di tingkat regional.
Darwin menyampaikan, Musda IX DPD II Golkar di Kabupaten Muna dan Mubar menandai tuntasnya agenda konsolidasi struktural Golkar di Provinsi Sultra. “Kami dorong semua daerah menyelesaikan struktur, agar kekuatan partai siap menghadapi pemilu,” ujarnya di Kabupaten Mubar, Sultra, Sabtu (7/2/2026) malam.
Bupati Mubar itu menegaskan, soliditas organisasi menjadi prasyarat mutlak sebelum partai berbicara soal target elektoral. Menurutnya, Golkar tak ingin bekerja setengah-setengah, utamanya di daerah strategis seperti Kabupaten Muna dan Mubar.
Darwin menguraikan, pihaknya menargetkan meraih 12 kursi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Muna pada Pemilu 2029, atau dua kursi Dewan dari masingmasing daerah pemilihan (dapil). Sementara, di Kabupaten Mubar, dia menargetkan meraih 11 kursi DPRD pada Pemilu mendatang.
“Kenapa 11 kursi? Saya berpikir, kalau saya kembali mencalonkan diri (sebagai Bupati Mubar) pada periode kedua dan dipilih oleh DPRD, saya tinggal cari minimal 5 sampai 10 kursi Dewan,” jelasnya.
Sebab itu, sambung Darwin, DPD Golkar Sultra akan melakukan pemetaan politik secara sistematis dan terstruktur, untuk merealisasikan target tersebut. Menurut dia, pemetaan yang akan dilakukan meliputi basis pemilih, kesiapan kader, hingga kebutuhan logistik politik selama tahapan pemilu berlangsung.
Darwin memastikan, dirinya akan turun langsung ke lapangan untuk memimpin konsolidasi secara masif. Strategi pemenangan ke depan, tambah dia, tak hanya bertumpu pada figur calon anggota legislatif (celeg), tapi juga kesiapan organisasi secara menyeluruh.
“Kami telah menyusun garis waktu politik jangka panjang. Pada Desember 2027, komposisi calon legislatif ditargetkan rampung 100 persen. Selanjutnya, tahun 2028 akan dimanfaatkan untuk sosialisasi dan pemasangan atribut secara masif. Kerja politik Golkar itu panjang dan terukur,” tuturnya.
Lebih lanjut, Darwin mengatakan, DPD Golkar Sultra akan melakukan intervensi strategis berbasis indikator objektif dalam penentuan caleg ke depan. Faktor utama yang dinilai, ungkap dia, basis dukungan riil di masyarakat dan kesiapan finansial menghadapi kontestasi demokrasi.
“Punya kedekatan personal saja tidak cukup. Caleg harus punya basis dan kesiapan bertarung,” cetusnya.
Dalam kesempatan itu, Darwin juga menaggapi tentang terpilihnya sang istri, Rhika Purwaningsih Darwin, sebagai Ketua DPD Golkar Kabupaten Mubar. Dia membantah isu, terpilihnya Rhika sebagai Ketua DPD Golkar Mubar periode 2026-2031 sebagai kehendak pribadinya.
“Demi Allah, itu bukan rencana saya. Ada kader yang datang dan meminta ibu Rhika maju. Setelah diskusi, barulah saya izinkan. Pencalonan itu murni aspirasi kader Golkar Muna Barat,” tandasnya.
Sementara, Ketua DPD Golkar Kabupaten Mubar, Rhika Purwaningsih Darwin menegaskan komitmen pihaknya untuk membesarkan Golkar. Dia berjanji menjadikan Partai Beringin sebagai kekuatan politik utama, sekaligus mitra strategis pembangunan daerah.
“Insya Allah, kami akan ‘kuningkan’ Muna Barat. Kami akan bekerja maksimal untuk mencapai seluruh target yang telah ditetapkan DPD Golkar Sulawesi Tenggara,” tegasnya.
Sumber: Rakyat Merdeka















